*Beban Kesempurnaan*
Mereka meletakkan mahkota di kepalaku,
Dari duri dan baja, begitu halus terjalin.
Bukan mahkota kejayaan, atau kebanggaan,
Tapi beban yang terlalu berat, kebenaran yang kusembunyikan.
Mereka bicara tentang kesempurnaan, memintanya jadi milikku,
Namun retakan dalam diriku sulit terlihat.
Setiap kekurangan, mereka tajamkan menjadi pisau,
Yang menoreh semakin dalam, di hati yang terus berusaha.
Harapan menjulang, seperti gunung yang tinggi,
Aku terus mendaki, meski tahu aku akan mati.
Setiap kesalahan, mereka tunjukkan dan salahkan,
Seolah nilainya terikat pada rasa malu yang dipaksakan.
Mengapa aku harus memikul impian mereka?
Di dunia di mana semua tampak tak nyata.
Aku tak diciptakan untuk menanggung semuanya,
Berdiri begitu tinggi, namun takdirku adalah jatuh.
Luka yang mereka tinggalkan tersembunyi dalam,
Rasa sakit sunyi yang merampas tidurku.
Topeng sempurna yang kupakai setiap hari,
Adalah jiwa yang rapuh dan tersesat jauh.
Biarkan aku bernapas, biarkan aku hancur,
Aku lebih dari kesalahan yang mereka buat.
Aku tak pernah ditakdirkan menjadi bintang mereka,
Namun di sinilah aku, dengan setiap luka yang mereka tinggalkan.